SUMBER LISTRIK ALTERNATIF DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH SAMPAH

Bookmark and Share
Dewasa ini kepedulian akan lingkungan hidup menjadi masalah pokok negara – negara di dunia termasuk Indonesia, salah satunya adalah masalah sampah. Sampah adalah salah satu masalah utama yang memerlukan penanganan secara serius di Indonesia. Julah penduduk Indonesia yang setiap tahun meningkat mengakibatkan naiknya volume atau kapasitas sampah yang dihasilkan. Terlebih di kota besar terutama di pulau Jawa.
Di kota besar kebutuhan akan energi sangat tinggi bersamaan dengan kemajuan ekonomi, teknologi dan perkembangan sosial masyarakat kota. Penyediaan listrik ditempuh dengan berbagai cara, terutama dengan perluasan jaringan PLN yang sudah ada. Dengan meningkatnya harga minyak bumi dam menipis nya persediaan minyak bumi, pemanfaatan sumber energi baru yang berasal dari sampah kota yang dekat dengan tempat pembuangan sampah untuk menunjang proses pengangkutan yang berkesinambungan sehingga dapat memberikan manfaat kelistrikan yang maksimal.

Bagaimana Cara Pengolahan Sampah?
Proses pengolahan sampah terbagi dalam beberapa cara antara lain:

a. Proses Fisik
Proses fisik terbagi ke dalam 2 kegiatan yaitu:

1. Pemisahan
Proses ini juga disebut juga dengan proses primer (primary treatment) dan merupakan proses awal sebelum proses – proses selanjutnya. Cara ini dilakukan untuk memisahkan materi yang tidak dikehendaki seperti logam misalnya.
2. Pengurangan Ukuran
Untuk keperluan pengolahan lebih lanjut perlu dilakukan Pemotongan atau penghancuran material dengan ukuran besar. Hal ini dimaksudkan untuk memperluas hubungan pada permukaan (surface contact) sehingga mempermudah proses – proses selanjutnya. Sebagai contoh adalah pengolahan secara biologis atau secara kimia

b. Proses Kimia
Proses ini biayanya relatif cukup tinggi dibandingkan dengan proses secara fisik, karena dalam proses ini diperlukan bahan penolong (chemical agent) dan bahan pengencer (air). Sampah yang sudah dicampur dengan air diaduk supaya homogen dan kemudian diberi bahan kimia dan hasilnya berupa slurry yang siap untuk diproses dan dikeringkan.

c. Proses Biologi
Pengolahan ini merupakan pengolahan yang memerlukan jasa Bakteri sebagai penolong proses fermentasi. Proses ini umumnya dilakukan setelah proses fisik, karena jasad Bakteri ini sangat sensitif terhadap unsur – unsur logam berat. Proses dilakukan dalam suatu media yang kedap terhadap udara atau oksigen oleh sebab itu proses ini juga disebut sebagai proses anaerobic. Karena limbah atau sampah kota umumnya sebagian besar terdiri dari zat organik, maka proses ini dapat dilakukan. Hasilnya berupa gasbio yang komponen utamanya adalah gas methan yang merupakan sumber bahan bakar. Di samping itu ada proses kompositing dengan menggunakan cacing sebagai pemakan sampah. Cacing dapat berkembang biak dengan baik di media ini dan hasilnya dapat dijadikan makan ternak sedangkan sampah hasil degradasi tersebut dapat dijadikan pupuk tanaman (kompos).

Metode Pengepakan Sampah
Sampah dalam berbagai jenis diolah dalam suatu instalasi dimana sampah itu di tekan dengan kurang lebih 2000psi. sehingga terbentuk pak padat dengan ukuran tertentu tang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan penimbun, baik untuk timbunan jalan ataupun sebagai landfill yang terkontrol.

Metode Penggilingan Sampah
Sampah dihaluskan kemudian dibuang kesaluran riol dari setiap rumah tangga dimana saluran riolnya dirancang untuk penampungan sampah halus tersebut.


Sampah adalah merupakan satu produk yang dihasilkan oleh kegiatan masyarakat, maka sampah di suatu kota sangat dipengaruhi oleh penduduk wilayah tersebut. Semakin banyak jumlah penduduk, maka semakin banyak jumlah sampah yang dihasilkan. Untuk mengatasi masalah sampah ini ada dua alternatif penting proses pengolahan sampah menjadi energi, yaitu secara biologis untuk menghasilkan gas bio dan proses kedua secara pembakaran yang menghasilkan panas. Pada kedua prose ini panas sebagai hasil, dimanfaatkan untuk menggerakkan generator listrik. Hanya bedanya pada proses pertama gas bio dibakar sehingga menghasilkan tenaga untuk menggerakkan motor tang dihubungkan dengan generator listrik. Sedangkan pada proses kedua hasil panas dimanfaatkan untuk membangkitkan uap air yang akan digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang dihubungkan dengan generator listrik.

Proses Pembuatan Gas Bio
Bahan baku sampah sebelumnya dipisahkan terlebih dahulu dari komponen – komponen anorganik. Proses awal ini penting dilakukan karena hanya bahan – bahan organik saja yang diproses. Adanya zat –zat berbahaya akan mengurangi aktivitas bahan dapat membunuh Bakteri yang diperlukan untuk proses secara bio kimia tersebut. Bahan organik yang diperoleh kemudian dihancurkan, hal ini dimaksudkan untuk memperoleh homogenitas ukuran dan permukaan u\yang cukup luas untuk kontak dengan jasad renik yang akan digunakan dalam proses degradasi. Selanjutnya partikel – partikel organik dilarutkan dalam air sehingga mencapai kepekatan tertentu dalam suatu bejana. Setelah itu dilakukan proses pengadukan sampai diperoleh cairan yang cukup homogen untuk kemudian dialirkan dalam suatu bejana yang telah disiapkan sebelumnya. Fermenter (bejana) ini diisi dengan jasad renik (sejenis bakteri) yang digunakan untuk merusak struktur zat organik menjadi zat terurai (sederhana).
Dalam proses konvensional ini bahan yang mudah mengapung dan yang mudah mengendap akan terpisah sehingga bahan dalam bejana tidak homogen. Bakteri pen degradasi dalam kegiatannya membutuhkan tempat menetap sehingga dalam proses fermentasinya hanya terjadi pada bagian bawah bejana tempat berkumpulnya bahan terendap. Untuk meningkatkan proses fermentasi dari sistem konvensional tersebut dibuat cara yang lebih baik yaitu berupa batang pengaduk yang diputar atau dengan mensirkulasikan bahan terendap sehingga akan lebih banyak kontak antara substrat dan Bakteri. Proses reaksi ini disebut sebagai proses fermentasi anaerobic biomentasi dan bersifat eksotermis. Dengan demikian temperatur harus dikontrol tiap saat agar jasad renik yangada di dalam tangki fermenter tetap aktif.


Proses Pembakaran Langsung
Proses pemisahan secara khusus tidak diperlukan, mengingat sampah kota umumnya sudah mendekati komposisi ideal untuk proses pembakaran. Hanya proses pengeringan secara mekanik (press) saja yang diperlukan sebelum sampah tersebut dibakar di ruang pembakaran. Demikian juga ukuran sampah tidak perlu terlalu homogen, mengingat pembakaran dapat dilakukan dengan cepat jika material telah kering dan cukup udara.
Sampah dimasukkan dalam bak penampung dan kemudian dengan bantuan overhead crane dimasukkan ke dalam mesin pengering untuk mengurangi kadar air dalam sampah. Sampah yang sudah mengering ini dimasukkan kedalam ruang pembakaran (boiler). Uap yang dihasilkan dalam kondisi super heater / dengan temperatur di atas 200 derajad celcius. Dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin uap yang selanjutnya dihubungkan dengan dynamo listrik untuk membangkitkan energi listrik. Secara garis besar proses pembakaran sampah sehingga dapat dihasilkan energi listrik.


Keywords Terkait:
sumber energi alternatif – BBM murah – bahan bakar minyak – aplikasi sel surya – bioetanok pilihan energi alternatif – menipisnya minyak bumi – pembangkit energi kincir air – bakteri coli – bahan bakar alternatif dari tumbuhan – manfaat dibalik biji nyamplung – pesawat boeing memakai energi alternetif – sumber biodiesel – pusat listrik tenaga nuklir PLTN – bio gas dari limbah organik – komoditas dan limbah pertanian – bahan bakar nabati BBN – cara efektif pengolahan sampah – teknologi masa depan – Pembangkit listrik tenaga surya – kontroversi blue energy – pemanfaatan angin sebagai sumber energi baru – mikroorganisme nabati – solar cell – krisis pangan dunia – energi fosil – alternafil energi dari limbah jerami – teknik konservasi energi – gambut – sekam padi – pemanfaatan energi panas bumi

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar