PENANGANAN GLOBAL WARMING DAN FAKTOR PERILAKU MANUSIA

Bookmark and Share
Pemanasan Global dewasa ini semakin tenggelam dengan munculnya permasalahan finansial global atas terpuruk nya ekonomi di Eropa. Tapi jangan salah sebagian orang yang benar – benar sadar akan betapa bahayanya dampak dari Global Warming ini senantiasa masih setia dalam penggalangan aksi peduli bumi seperti penanaman pohon bakau yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Alam dan manusia sebenarnya harus bisa berjalan seiring sejalan berdampingan dan saling memanfaatkan bukan berarti selalu mengambil manfaat dari satu pihak saja tapi lebih kepada prinsip saling memberi dan menerima, sebagai contoh jika menebang pohon sebaiknya juga dilakukan penanaman bakal pohon atau benih baru sebagai pengganti generasi yang baru sehingga terbentuk mata rantai yang selalu berkesinambungan.
Seperti sekarang ini, musim hujan sudah datang lagi, bagi warga yang berdomisili di daerah rawan banjir akan selalu was – was dan hidup dalam keadaan khawatir. Bukan karena apa – apa, hal ini disebabkan trauma karena mengalami peristiwa banjir besar pada tahun – tahun sebelumnya sehingga lebih waspada jika musim penghujan tiba. Kalau dilihat ke masa lalu, sebelum satu dekade saja masih banyak lahan dan tempat resapan air jika musim hujan datang, tapi sekarang sudah hampir jarang daerah resapan air di perkotaan, meskipun ada lahan yang ada tidak bakalan cukup menampung limpahan air hujan yang jumlahnya ber juta m3. Kalau di ambil contoh banjir yang terjadi di Jakarta sebagai ibu kota Indonesia. Jakarta menjadi langganan banjir pada setiap musim hujan, dan ini belum lagi siklus banjir besar 5 tahunan yang merupakan sambungan dari musim hujan yang mengakibatkan banjir tahunan. Siklus banjir 5 tahunan ini menjadi momok warga ibu kota, karena banjir sungguh menjadikan warga menjadi sengsara, bagi yang kebetulan melihat tayangan di TV Liputan banjir di Jakarta mungkin perasaan biasa saja, tapi bagi yang mengalami secara langsung itu bagaikan hidup dalam ktidakpastian dan jauh dari rasa nyaman.
Banjir juga tidak lepas dari perilaku manusia yang seenaknya memperlakukan alam dengan segala keegoisannya mengambil dan terus mengambil sumber daya alam tanpa ada tindakan untuk konservasi alam. Bumi itu sebenarnya lagi sakit, tapi ngomongnya pasti lain dan dengan bahasa yang lain pula. Salah satunya dengan timbulnya berbagai macam bencarna baik bencana tanah longsor, banjir, maupun angin topan.
Dapat ditarik kesimpulan semua itu pasti ada koherensi antar tindakan manusia dan kondisi alam, jadi jika manusia memperlakukan alam dan merawatnya, alam juga akan memberikan kenyamanan bagi penghuni bumi.

Keyword Yang Berhubungan:
climate change – cara mengatasi pemanasan global – bukti gambar dampak global warming – protocol Kyoto – konggres bali – efek rumah kaca – penipisan lapisan ozon – kerusakan lingkungan hidup – perubahan cuaca – ramalan perubahan iklim – naiknya volume air laut – bencana banjir dan tanah longsor – penebangan dan pembalakan liar hutan – paru paru dunia – penghijauan dan reboisasi – peningkatan temperatur atmosfer – menyikapi global warming muali dari diri sendiri – pengurangan emisi karbon – negara industrialis – emisi gas buang kendaraan – perilaku konsumtif manusia – kutub utara mencair – gunung es semakin berkurang – polusi udara air dan tanah – kenaikan suhu bumi – hutan mangrove – abrasi laut – apa arti global warming – mobil dan kendaraan ramah lingkungan – biofuel – mobil hybrid – penghematan energi – ktt perubahan iklim

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar